Senin, Oktober 29

BAGAIMANA MENJAGA BANGUNAN DAKWAH?...
Oleh : Fatonah

Bermula dari fenomena kehancuran bangunan gerakan dan orgnisasi di berbagai wilayah dan negeri, maka sebuah gerakan islam harus segera mengadakan studi kritis dan mendalam dan rangka menjaga wilayah-wilayah islam secara umum serta bangunan lembaga gerakan {tandzim} secara khusus.
Sekarang, apa sesungguhnya faktor-faktor syariat yang dibutuhkan oleh bangunan dakwah Islam untuk menghadapi penyakit gerakan dakwah ini, yang hendak melumpuhkan imunitas hingga menyhancurkannya sama sekali?

Tegakkan bangunan di atas landasan Taqwa kepada Allah
Menegakkan bangunan atas dasar takwa kepada Allah SWT, Pada seluruh elemennya adalah suatu keharusan. Takwa harus menjadi landasan amal islami seluruhnya. Ia menjadi perlindungan keamanan baginya. Selain aktivitas tarbawiy {pendidikan}, maka aktivitas siyasiy {politik} pun mesti dibangun dengan landasan takwa. Sebagaiman halnya bidang istihadiy {ekonomi}, ijtima’i {sosial kemasyarakatan, maupun maliy {hartabenda} wajib ditegakkan tanpa mengandung sedikitpun nilai syubhat.
Allah Swt berfirman:
Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan diatas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya ditepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia kedalam Neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzolim. {at-Taubah:109}
Sebuah gerakan dakwah, jika mampu menjaga nilai-nilai ajaran Allah dan takwa kepada-Nya, bisa mengatur langkahnya, menentukan sikapnya, dan mengambil keputusan yang terbaik, baik untuk target jangka pendek maupun jangka panjang, baik terhadap musuh maupun kawan, ia akan menjadi gerakan yang terhormat.

Kukuhkan ukhuwah karena Allah
Ukhuwah {persaudaraan} karena Allah adalah buhul Iman yang paling kukuh, elemen bangunan yang paling kuat dan faktor yang menjadikan gerakan islam laksana bangunan tegar yang bagian-bagiannya saling melengkapi. Sejauh kakuatan ukhuwahdalam sebuah gerakan, maka sejauh itulah kerapatan barisannya. Ketika ukhuwah mengalami krisis dan lemah, maka gerakan dakwah hanya menjadi ajang bagi segala kesulitan, penyakit, dan perpecahan.
Allah Swt berfirman:
Berpegang teguhlah kamu semua dengan tali {agama} Allah dan janganlah bercerai-berai. {al_Imron:103}
Nabi Saw manggambarkan kukuhnya kasih sayang karena Allah dengan sabdanya:
Seorang mukmin bagi mukmin yang lain laksana bangunan yang saling mangukuhkan antara sesamanya. {H.R Bukhari} Bangunlah fondasi saling wasiat dalam kebenaran
Fondasi yang isinya tawashau bilhaq wa tawashau bishabr, saling bewasiat dalam kebenaran dan kesabaran, menasehati karena Allah, dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Setiap bangunan yang tidak dilandasi oleh nilai tesebut, maka ia menjadi bangunan rapuh yang tidak bisa bertahan lama. Dari sana bakal muncul bisikan nafsu, kepentingan pribadi, dan berbagai penyakit lainnya.
Perlu rasanya diperinci beberapa patokan yang wajib diperhatikan berkaitan dengan praktek saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran, antara individu dan pemimpinnya
Kebenaran berada diatas segala-galanya dan semua orang sarus tunduk di hadapannya, baik anggota maupun pemimpin
Semua orang sejajar di hadapan kebenaran, baik anggota maupun pemimpin, bawahan maupun atasan
Pemimpin berhaq melakkuan ijtihad tentang sesuatu yang tidak ada teks dalil syari’atnya
Para individu anggota hendaknya saling menasehati sesamanya, demikian pula para pamimpin
Penegakan amar ma’ruf nahi mungkar dalam syari’at Islam hanya ditujukan terhadap sebuah kemungkaran yang tidak diperselisihkan dan tidak boleh ditegakkan terhadap masalah ijtihadiyah
Dalam menegakkan tradisi nasihat-menasihati dan amar ma’ruf nahi mungkar hendaknya diperhatikan syariat-syariat syar’i
Tidak mengenal kemungkaran yang tidak mengenal syar’i

Tegakkan tradisi syura {musyawarah}
Prinsip syura harus ditegakkan. Jauhkan kediktatoran dan egoisme. Inilah prisip yang Allah Swt tanamkan kepada Nabi-Nya Saw Dengan firman-Nya:
Dan musyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah {al-Imron:159}
Musyawarah ini, baik dilakukan untuk menetapkan putusan yang mengikat maupun pemberitahuan., merupakan benteng perlindungan bagi umat. Ialah jalan yang bisa menunjukkan pemecahan problem dan penguraian benang kusut setiap masalah.

Menjalin hubungan dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang
Lembaga gerakan dakwah harus tagak diatas landasan kasih saying, rasa cinta, dan rasa senasib sepenanggungan yanpa mangabaikan mekanisme organisasi. Namun demikian, ia juga tidak boleh menjadikan organisasi sebagai dasar hubungan antara anggota dan pemimpin dengan anak buah.
Sejauhmana tingkat kemesraan hubungan antara anggota dengan pemimpin, sejauh itulah tingkat kekuatan dan ketahanan bangunan gerakan dalam menghadapi berbagai unsure penghancur, betapa pun banyak dan beragamnya. Dari sinilah Al-Qur’aunul Karim melukiskan hubungan antara Nabi dengan para sahabatnya, sebagai mana ayat-Nya:
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu berlaku keras serta berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. {al-Imron:159}
Tegakkan landasan sukarela dalam bekerja
Hendaklah amal yang ditegakkan itu berdasarkan prinsip sukarela dalam bekerja dan berjihad, bukan prinsip kemanfaatan pribadi dan mencari rizki. Gerakan Islam sepanjang sejarahnya yang panjang merupakan medan perlombaan dalam mempersembahkan potensi dan pengorbanan disegala bidang, tidak sekalipun pernah menjadi ajang berebut pamrih dan manfaat materi. Inilah sesungguhnya inti pembebanan syari’at secara prinsip, yang terlihat jelas dalam firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Merekalah orang-orang yang benar. {al-Hujurat:15}

Sungguh-sungguh dalam menjaga nilai-nilai syari’at dan dakwah
Setiap amal harus ditegakkan di atas nilai-nilai akidah dan pemikiran yng benar. Ini harus ditopang oleh prinsi-prinsip politik dan gerakan yang berdasarkan syari’at. Ia tidak boleh goncang hanya karena perubahan situasi kondisi.
Betapa banyak gerakan dakwah yang secara bertahap menerima tawaran dukungan pihak lain yang selanjutnya menjadikannya memiliki rasa ketergantungan. Sementara ia tidak merasa bgahwa dukungan tadi secara berngsur-angsur bakal merontokkan bangunan secara keseluruhan beserta nilai-nilanya sekaligus.

Stategi dan organisasi
Seluruh aktivitas hendaknya ditegakkan diatas perencanaan {takhthit}dan manajemen {tanzhim}denagn melibatkn seluruh anggot dalam memikul tanggung jawab, dan menempatkan personel sesuai dengan kompetensinya. Selain itu, ciptakan interaksi yang memuat pujian dan sanksi untuk memberi dorongan dan penghormatan kepada siapa saja yang berprestasi baik dalam melakukan tugas, dan memberi sanksi kepada siapa saja yang keliru dengan hukuman yang sekiranya menjadikan lebih baik dan sadar.
Gerakan Islam hendaknya juga pandai-pandai memanfaatkan setip produk teknologi masa kini, terutam ilmu-ilmu jurnalistik dengan seluruh sarananya, bagaiman manyusun strategi penulisan, penatan administrasi, menu rubric. Pengolahan data dan informasi, dokumentasi, dan lain-lain.

Perhatikan kelengkapan dan keseimbangn
Amal islami ditegakkan di atas prinsip saling melengkapi dan seimbang. Tidak ada bagian aspek yang mendominasi aspek lainnya, atau tumpang tindihnya satu bagian dengan yang lainnya, ini akan mengakibatkan tubuh gerakan berjalan limbung atau tidak seimbang. Gerakan Islam memiliki tujuan-tujuan pokok, yang menjadikan menuntut perhatian lebih serius dari pada aktifitas yang lain, yaitu perhatian mewujudkan keseimbangan dlam setiap bidang garapnya. Aktifitas pendidikan wajib memperoleh perhatian istimewa. Aktifitas politik wajib dikonsentrasikan pada proyek Islam untuk merealisir tujuan Islam yang jelas dan terprogram. Aktifitas sosial wajib ditegakkan dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuan.

Tidak ada komentar: